Kamis, 12 April 2012

Strategi pemasaran (marketing strategy) Pada KFC

BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
Bertram (1975) mendefinisikan fast food sebagai makanan yang dapat disiapkan dan dikonsumsi dalam waktu yang singkat. Biasanya merupakan makanan orang-orang yang mempunyai waktu yang singkat untuk memasak atau menyediakan makanan. Selain memiliki waktu penyajian yang cepat, makanan jenis ini biasanya dikonsumsi oleh orang-orang yang sibuk atau memiliki gaya hidup modern yang menginginkan kepraktisan serta kemudahan.
Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu perusahaan agar dapat mencapai sukses dalam persaingan adalah berusaha mencapai tujuan untuk menciptakan dan mempertahankan pelanggan. Agar tujuan tersebut tercapai, maka setiap perusahaan harus berupaya menghasilkan dan menyampaikan barang dan jasa yang diinginkan konsumen dengan harga yang pantas. Setiap perusahaan harus mampu memahami perilaku konsumen pada pasar sasarannya, karena kelangsungan hidup perusahaan tersebut sebagai organisasi yang berusaha memenuhi kebutuhan dan keinginan para konsumen sangat tergantung pada perilaku konsumennya (F. Tjiptono, 1997).
Keberhasilan suatu kegiatan pemasaran ditandai dengan berjalannya semua strategi pemasaran kemudian diikuti oleh larisnya produk sehingga meningkatkan laba yang diharapkan. Keberhasilan pemasaran ini sangat dipengaruhi oleh proses keputusan konsumen untuk membeli suatu produk yang pasarkan. Proses keputusan konsumen untuk membeli produk dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti yang dijelaskan dalam teori perilaku konsumen oleh Engel, Blackwell dan Miniard (1994).
Strategi pemasaran terdiri dari unsur-unsur pemasaran yang terpadu (4P, yaitu product, price, promotion, place) yang selalu berkembang sejalan dengan gerak perusahaan dan perubahan-perubahan lingkungan pemasaran serta perubahan perilaku konsumen. Perilaku konsumen mempunyai implikasi sangat luas terhadap perumusan strategi pemasaran. Hal ini disebabkan karena strategi pemasaran menyangkut dua kegiatan pokok yang diantaranya adalah pemilihan pasar-pasar yang akan dijadikan sasaran pemasaran, serta merumuskan dan menyusun suatu kombinasi yang tepat dari marketing mix agar kebutuhan konsumen dapat dipenuhi secara memuaskan (Lembang, 2010).

BAB II
TEMPAT KERJA PRAKTEK

2.1 Gambaran Umum Perusahaan
2.1.1 Identitas Perusahaan
Restoran Cepat Saji Kentucky Fried Chicken yang berlokasi di Jalan Pancoran, Jakarta Selatan adalah perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan cepat saji. Adapun identitas dari perusahaan tersebut adalah :
Nama perusahaan        :  PT. Fast Food Indonesia, Tbk
Alamat kantor             :  Jalan MT.Haryono kav.7 Jakarta Selatan 12810
Kfc website                 :  www.kfcindonesia.com

2.1.2 Sejarah Singkat Kentucky Fried Chicken (KFC)
KFC mulai dikenal di Indonesia pada tahun 1978 dengan berdirinya PT.Fast Food Indonesia, Tbk yang didirikan oleh kelompok usaha Gelael. PT. Fast Food Indonesia,Tbk  merupakan pemegang hak eksklusif waralaba restoran KFC di Indonesia dan terdaftar sebagai perusahaan publik sejak tahun 1994. Melalui perjanjian franchise PT. Fast Food Indonesia, Tbk membeli merek dagang KFC untuk membuka restoran di Indonesia. PT. Fast Food Indonesia, Tbk memiliki hak penuh dalam membangun dan mengoperasikan KFC di Indonesia. Setiap kali pembukaan restoran baru, perusahaan berpedoman pada standar yang telah disyaratkan oleh Yum! Brands Inc. sebagai perusahaan franchisor. Kontrak franchise akan diperpanjang setiap sepuluh tahun sekali dan dapat dibatalkan jika perusahaan tidak mematuhi persyaratan yang tercantum atau melakukan pelanggaran berat terhadap perjanjian franchise seperti pelanggaran dalam ketidaksesuaian aspek mutu, pelayanan, kebersihan dan operasi restoran yang disyaratkan. PT. Fast Food Indonesia, Tbk menyusun suatu visi dan misi bersama yang akan dicapai. 

2.1.3 Visi dan Misi Perusahaan
   Visi
Mempertahankan kepemimpinan KFC dalam industry restoran cepat saji dan selalu menjadi brand Nomor  1.
   Misi
Memperkokoh citra brand KFC dengan strategi-strategi dan ide-ide yang inovatif, meningkatkan suasana bersantap yang tak terlupakan dengan terus memberikan produk, layanan, serta fasilitas restoran.
2.1.4          
BAB III
METODE PRAKTEK

3.1  Tempat Kerja Praktek
A.    Tempat Kerja Praktek
Kerja Praktek ini dilaksanakan di Restoran Cepat Saji Kentucky Fried Chicken yang berlokasi di Jalan MT.Haryono kav.7 Jakarta Selatan 12810.

B. Metode yang Digunakan dalam Kerja Praktek
Sumber data yang digunakan untuk penulisan laporan kerja praktek ini terbagi dua, yaitu:
A. Data Primer, yaitu sumber data yang diperoleh dari responden atau  konsumen yang berkunjung ke restoran KFC melalui kuesioner. Wawancara, dilakukan dengan salah satu pihak perusahaan yang berhubungan dengan bagian pemasaran dan promosi perusahaan tersebut.
B. Data Sekunder, yaitu data primer yang telah diolah pihak pengumpul data primer atau pihak lain.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil

Hasil yang diperoleh selama melaksanakan praktek kerja lapangan di PT. Fast Food Tbk, Indonesia adalah berupa data yang bersumber dari responden langsung dan data dari perusahaan, berikut ini adalah data responden yang diperoleh menggunakan metode kuisioner :
1.      Karakteristik Responden Berdasarkan Kelamin
Hasil pengolahan data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin adalah sebagai berikut :

Jenis Kelamin
Frekuensi
Persentase (%)
Pria
26
52
Wanita
24
48
Total
50
100

2.      Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Hasil pengolahan data karakteristik responden berdasarkan usia adalah sebagai berikut :

Usia
Frekuensi
Persentase (%)
<15
10
20
15-20
11
22
20-25
20
40
25-30
6
12
>30
3
6
Total
50
100

3.      Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Hasil pengolahan data karakteristik responden berdasarkan pekerjaan adalah sebagai berikut :

Pekerjaan
Frekuensi
Persentase (%)
Pelajar/Mahasiswa
20
40
Pegawai Negeri
12
24
Pegawai Swasta
10
20
Wirausaha
8
16
Total
50
100


4.2 Pembahasan

4.2.1 Hasil Observasi Langsung terhadap Responden
1.      Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Hasil pengolahan data karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin diperoleh informasi yang menunjukan, perbandingan antara pria dan wanita tidak jauh berbeda. Responden dengan jenis kelamin wanita sebanyak 52% dan responden berjenis kelamin pria sebanyak 48%. Hasil yang tidak jauh berbeda tersebut menunjukan bahwa KFC membidik semua segmen konsumen berdasarkan gender, baik pria maupun wanita menyukai produk KFC.
2.      Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia merupakan faktor yang menjadi pertimbangan untuk memasarkan suatu produk, karena tingkatan usia sangat menentukan mengenai kebutuhan dan kepantasannya dalam menkonsumsi sebuah produk. Misalnya saja dalam hal menentukan tempat-tempat untuk sekedar berkumpul dengan teman ataupun keluarga, dalam hal ini tentu saja seusia remaja pasti lebih memilih tempat yang mereka anggap layak untuk mereka, terutama dalam hal trend dan mode saat ini. Hasil pengolahan data karakteristik responden berdasarkan usia diperoleh informasi yang menunjukan, kebanyakan responden adalah berusia 20-25 tahun yaitu sebanyak 40% dan responden dengan presentase terendah adalah responden dengan usia kurang dari 15 tahun sebanyak 20%. Hal ini menunjukan bahwa mayoritas pengunjung KFC adalah konsumen dengan usia tersebut dan merupakan usia potensial untuk dijadikan sasaran penjualan. Hal ini sesuai dengan segmen yang disasar oleh KFC, yakni konsumen dengan usia muda atau remaja.
3.      Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Hasil pengolahan data karakteristik responden berdasarkan pekerjaan diperoleh informasi yang menunjukan, bahwa mayoritas pengunjung KFC yaitu pelajar/mahasiswa sebesar 40%, dari data di atas disimpulkan, lokasi restoran yang dekat dengan beberapa sekolah dan universitas, sehingga sangat strategis pilihan tempat makan bagi para pelajar/mahasiswa yang berada di lingkungan sekitar restoran tersebut karena lokasinya pun mudah dijangkau. Hal ini juga telah sesuai dengan segmen yang dituju oleh KFC yakni konsumen dengan usia muda/remaja.

4.2.2 Strategi Pemasaran Pada KFC
Philip Kotler dalam bukunya Marketing Management Analysis, Planning, and Control, mendefinisikan pemasaran adalah suatu proses sosial, dimana individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan, dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertahankan produk dan nilai dengan individu dan kelompok lainnya.
KFC masuk Indonesia pertama kali pada 18 Oktober 1979 dengan satu buah outlet di melawai dengan system QSR (Quick Service Restaurant). Keberhasilan Restoran KFC pertama tersebut kemudian mendorong KFC untuk membuka berbagai cabang di tempat lain hingga sampai saat ini KFC telah memiliki 420 outlet di Indonesia, dan merupakan merk ‘Top of Mind Awareness’ dalam benak konsumen. Strategi pemasaran (marketing strategy) adalah sebuah rencana yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber dayanya untuk mencapati tujuan pemasaran dan perusahaan. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju. Pada perusahaan KFC menggunakan bauran pemasaran (marketing mix) yang mencakup 4P yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi).


4.2.3 Analisis
Strategi pemasaran (marketing strategy) merupakan sebuah rencana yang memungkinkan perusahaan mengoptimalkan penggunaan sumber dayanya untuk mencapai tujuan pemasaran dan perusahaan. Pada perusahaan KFC menggunakan bauran pemasaran (marketing mix) yang mencakup 4P yaitu product (produk), price (harga), place (tempat), promotion (promosi). Berbagai strategi yang dilaksanakan oleh KFC diantaranya yaitu menetukan target konsumen, dekorasi tempat, promosi iklan, promosi penjualan, hubungan masyarakat, kemasan yang menarik, lokasi yang strategis, kupon, diskon kebersihan, pelayanan serta  kesesuaian harga dengan kualitas produk.
Hasil yang diperoleh dari observasi langsung terhadap konsumen dengan metode kuisioner diantaranya yaitu perbandingan pengunjung antara pria dan wanita adalah sebesar 52% pria dan 48% wanita, mayoritas terbesar pengunjung adalah usia remaja yaitu sebesar 40%, sasaran terbesar dalam bidang pekerjaan yaitu pelajar/mahasiswa dengan nilai sebesar 40%.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar